Senin, 24 Maret 2014



Tugas   IMF                : review buku jualan ide segar
Pengarang                  : M. Arief Budiman, S.Sn
By satria caniago


Jualan ide segar. Merupakan sebuah buku yang menceritakan perjalanan sebuah perusaan yang memproduksi ide sebagai produk utamanya.  Perusahaan itu bernama petakumpet.  Perusahaan ini jualan nya adalah ide segar.
Sebuah ide dari siapapun dia berasal adalah sebuah buah fikiran, ide lahir dari posisi cogito (aku berfikir) seperti yang dibayangkan Descartes. Sebuah duania tanpa ide adalah sebuah dunia yang datar, tanpa gairah, sebuah masa depan yang tak akan datang. Petakumpet di bangun dengan sebuah mimpi besar untuk menciptakan atmosfer kreatif ekstra luasbagi setiap sumber dayanya untuk mengembangkan diri, jadi di petakumpet ini, ia menjadikan karyawannya menjadi seorang creativeprenuer  yang bisa membuat ide-ide segar.

a.       Keunggulan bisnis ide
1.    Tidak perlu paham ilmu sains, karna didunia creative yang penting adalah creative. Anda  creative maka anda sukses
2.    Tidak perlu modal besar, karna yang dijual disini adalah ide, ide itu ada pada kita semua jadi, dengan ide yang besar modal itu tidak penting dalam usaha kita.
3. Bahan bakunya gratisan dan tak mungkin habis, kita tidak perlu membayar untuk mendapatkan ide, karna ide itu ada di kita semua.
4.      Tidak tergantung tempat
5.      Dan lainnya

b.      Petakumpet.
Petakumpet merupakan sebuah perusahan yang didirikan di jogja, perusahaan ini didirikan oleh sekelompok anak muda yang mempunyai ide dan mimpi besar dalam hidupnya. Anak muda ini merupakan mahasiswa diskomsiv(disaian komunikasi visual)  dari perguruan ISI.  Dengan bermodal kan ide besar dan creative maka anak muda ini memulai usahanya yaitu dibidang periklanan, pada mulanya usaha mereka kurang di lirik oleh para pelanggan namun setelah kerja keras selama bertahun maka sekrang perusahaan ini sudah bisa menguasai pasar periklanan baik di jogja maupun seluruh Indonesia. Kini perusahaan ini mempunyai banyak karyawan yang memiliki ide-ide besar di dalam dirinya masing-masing. Dan profit yang di dapatkan pun miliaran rupiah setiap tahunnya..


c.       Menguak isi dapur petakumpet.
Perusahaan petakumpet memiliki manajemen sdm yang luar biasa dan manajemen ini mengelola anak-anak muda yang memiliki bakat creative yang luar biasa..
1.      Recruitmen dan daily life
Harus bisa mandiri dan bisa bekerja secara tim, karna kebanykan orang kreatif itu sangat besar egonya dan susah untuk di arah kan. Untuk itulah manajemen sdm ini di bentuk agar orang yang direcrut nantinya bisa mempergunakan kreatif nya untuk bekerja secara tim, umur karyawan yang di terima rata-rata ialah 25 tahun.
2.      Manajemen ide
Meskipun gratisan, agar hasilnya maksimal ide juga perlu di kelola karna tak semua ide bisa laku dijual. Tantangan terberatnya adalah bagaimana mengubah ide kreatif yang kita temukan sehingga mempunyai nilai tambah bagi klien. Dari sini baru kita bisa memulai bisnis kreatif.

Demikianlah review singkat buku jualan ide segar,
M.Arief Budiman, S.Sn




Selasa, 11 Maret 2014


                     DISABILITY, UNEMPLOYMENT, AND POVERTY 

Cacat merupakan sebuah istilah yang menggambarkan tentang keadaan seseorang yang yang tidak mampu untuk bekerja karna keadaan fisiknya sangatlah tidak mendukung. Sehingga dampak dari kecacatan itu terlihat jelas dari keadaan mereka yang bersusah payah mencari pekerjaan untuk menghidupi kehidupannya. Cacat sering di maknai juga dengan pengguran, hal ini di sebabkan karna susahnya para penyandang  cacat dalam mencari pekerjaannya.
Penyandang cacat dalam banyak hal tidak berbeda dari orang lain yang hidup dalam kemiskinan mereka sering terisolasi secara sosial, kurang berpendidikan, dengan keterampilan kerja yang terbatas. Sebagai contoh, di dalam New England, penyandang cacat lebih dari dua kali lebih mungkin untuk putus sekolah tinggi, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki cacat. 
New England adalah negara bagian yang jaringan lembaga-lembaga publiknya banyak membantu penyandang cacat, khususnya kesehatan mental, badan perkembangan bagi penyandang cacat, dan badan rehabilitasi. Penyandang cacat membutuhkan berbagai layanan bantuan seperti bantuan penempatan kerja yang layak bagi semua pnyandang cacat sehingga mereka dapat saling berinteraksi antar sesamanya dan tidak selalu tergantung kepada orang-orang normal disekitarnya.
          Hambatan utama untuk bekerja bagi penyandang cacat adalah anggapan mereka sendiri yang beranggapan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan itu akan mengakibatkan hilangnya manfaat ataupun sesuatu hal yang penting dikarenakan keterbatasan yang mereka miliki. Untuk mengatasi itu, di New England menetapkan program Medical Buy-In yang memungkinkan individu penyandang cacat untuk berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi. Selain itu, adanya dukunga dari administrasi jaminan sosial dan manfaat konseling yang telah ditetapkan di seluruh wilayah untuk membantu pnyandang cacat dapat membantu meringankan beban permasalahan yang dihadapi para penyandang cacat tersebut.
Itulah mengapa solusi harus di mulai dengan langkah-langkah antikemiskinan khas : pendidikan, pelatihan, bantuan penempatan kerja, dan dukungan sosial. Ketika upaya-upaya umum telah dikombinasikan dengan strategi khusus untuk cacat individu, hasilnya jelas menunjukkan bahwa kebanyakan orang penyandang cacat tidak " dipekerjakan ", tetapi memiliki kemampuan nyata.

  

 






Jumat, 07 Maret 2014



Definisi Microfinance
Mikro dalam istilah microfinance lebih menjelaskan mengenai ‘inferiority’ atau keterbatasan, yaitu inferioritas dari masyarakat miskin (the poors) yang sulit atau terbatas aksesnya kepada pelayanan jasa keuangan/perbankan. Beberapa definisi mengenai microfinance antara lain sebagai berikut:
International Management Communications Corporation (IMCC): microfinance sebagai seperangkat teknik dan metode perbankan non-tradisional untuk membuka akses seluas-luasnya kepada sektor yang tidak tersentuh jasa keuangan formal.
The Foundation for Development Cooperation: microfinance sebagai penyediaan jasa keuangan khususnya simpanan dan pinjaman bagi rumah tangga miskin yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal.
Microfinance merupakan pembiayaan dengan skala mikro. Makna mikro dalam dalam konteks ini berkaitan dengan nilai transaksi dan kapasitas keuangan nasabah yang umumnya masuk ke dalam kategori miskin seperti yang dirumuskan oleh UNCDF, CGAPdan ADB “microfinance refers to loans, savings, insurance, transfer services and other financial products targeted at low-income clients”.
Menurut definisi yang dipakai dalam Microcredit Summit (1997), kredit mikro adalah program pemberian kredit berjumlah kecil ke warga paling miskin untuk membiayai proyek yang dia kerjakan sendiri agar menghasilkan pendapatan, yang memungkinkan mereka peduli terhadap diri sendiri dan keluarganya, “programmes extend small loans to very poor for self-employment projects that generate income, allowing them to care for themselves and their families”
Sedangkan Bank Indonesia mendefinisikan kredit mikro merupakan kredit yang diberikan kepada para pelaku usaha produktif baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai hasil penjualan paling banyak seratus juta rupiah per tahun. Lembaga keuangan yang terlibat dalam penyaluran kredit mikro umumnya disebut Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Menurut Asian Development Bank (ADB), lembaga keuangan mikro (microfinance) adalah lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan (deposits), kredit (loans), pembayaran berbagai transaksi jasa (payment services) serta money transfers yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan pengusaha kecil (insurance to poor and low-income households and their microenterprises). Sedangkan bentuk LKM dapat berupa: (1) lembaga formal misalnya bank desa dan koperasi, (2) lembaga semiformal misalnya organisasi non pemerintah, dan (3) sumber-sumber informal misalnya pelepas uang.
 Sedangkan difinisi yang lebih rinci dirumuskan oleh Marguerite Robinson dalam bukunya yang cukup fenomenal The Microfinance Revolution Volume I & II yakni “microfinance is small-scale financial services provided to people who farm or fish or herd; who operate small or microenterprises where goods are produced, recycled, repaired, or traded; who provide services; who work for wages or commissions; who gain income from renting out small amounts of land, vehicles, draft animals, or machinery and tools; and to other individuals and groups at the local levels of developing countries, both rural and urban”. : (microfinance sebagai layanan keuangan skala kecil khususnya kredit dan simpanan yg disediakan bagi mereka yang bergerak di sektor pertanian, perikanan atau peternakan; yang mengelola usaha kecil atau mikro yg meliputi kegiatan produksi, daur ulang, reparasi atau perdagangan; yang menyediakan layanan jasa; yang bekerja untuk memperoleh upah atau komisi; yg memperoleh penghasilan dari/dengan cara menyewakan tanah, kendaraan, tenaga hewan ternak, atau peralatan dan mesin-mesin; dan kepada perseorangan atau kelompok baik di pedesaan maupun di perkotaan di negara-negara berkembang).
Dari berbagai pengertian tersebut di atas bahwa microfinance mengandung tiga elemen utama yang membedakannya dengan sistem intermediasi keuangan lainnya seperti perbankan yaitu:
1. batasan transaksi
2. segmen pasar
3. tujuan 


tugas microfinance "pak iskandarsyah"