Selasa, 11 Maret 2014


                     DISABILITY, UNEMPLOYMENT, AND POVERTY 

Cacat merupakan sebuah istilah yang menggambarkan tentang keadaan seseorang yang yang tidak mampu untuk bekerja karna keadaan fisiknya sangatlah tidak mendukung. Sehingga dampak dari kecacatan itu terlihat jelas dari keadaan mereka yang bersusah payah mencari pekerjaan untuk menghidupi kehidupannya. Cacat sering di maknai juga dengan pengguran, hal ini di sebabkan karna susahnya para penyandang  cacat dalam mencari pekerjaannya.
Penyandang cacat dalam banyak hal tidak berbeda dari orang lain yang hidup dalam kemiskinan mereka sering terisolasi secara sosial, kurang berpendidikan, dengan keterampilan kerja yang terbatas. Sebagai contoh, di dalam New England, penyandang cacat lebih dari dua kali lebih mungkin untuk putus sekolah tinggi, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki cacat. 
New England adalah negara bagian yang jaringan lembaga-lembaga publiknya banyak membantu penyandang cacat, khususnya kesehatan mental, badan perkembangan bagi penyandang cacat, dan badan rehabilitasi. Penyandang cacat membutuhkan berbagai layanan bantuan seperti bantuan penempatan kerja yang layak bagi semua pnyandang cacat sehingga mereka dapat saling berinteraksi antar sesamanya dan tidak selalu tergantung kepada orang-orang normal disekitarnya.
          Hambatan utama untuk bekerja bagi penyandang cacat adalah anggapan mereka sendiri yang beranggapan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan itu akan mengakibatkan hilangnya manfaat ataupun sesuatu hal yang penting dikarenakan keterbatasan yang mereka miliki. Untuk mengatasi itu, di New England menetapkan program Medical Buy-In yang memungkinkan individu penyandang cacat untuk berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi. Selain itu, adanya dukunga dari administrasi jaminan sosial dan manfaat konseling yang telah ditetapkan di seluruh wilayah untuk membantu pnyandang cacat dapat membantu meringankan beban permasalahan yang dihadapi para penyandang cacat tersebut.
Itulah mengapa solusi harus di mulai dengan langkah-langkah antikemiskinan khas : pendidikan, pelatihan, bantuan penempatan kerja, dan dukungan sosial. Ketika upaya-upaya umum telah dikombinasikan dengan strategi khusus untuk cacat individu, hasilnya jelas menunjukkan bahwa kebanyakan orang penyandang cacat tidak " dipekerjakan ", tetapi memiliki kemampuan nyata.

  

 






Tidak ada komentar :

Posting Komentar