DISABILITY, UNEMPLOYMENT, AND POVERTY
Cacat merupakan sebuah istilah yang menggambarkan
tentang keadaan seseorang yang yang tidak mampu untuk bekerja karna keadaan
fisiknya sangatlah tidak mendukung. Sehingga dampak dari kecacatan itu terlihat
jelas dari keadaan mereka yang bersusah payah mencari pekerjaan untuk
menghidupi kehidupannya. Cacat sering di maknai juga dengan pengguran, hal ini
di sebabkan karna susahnya para penyandang
cacat dalam mencari pekerjaannya.
Penyandang cacat dalam banyak hal tidak berbeda dari
orang lain yang hidup dalam kemiskinan mereka sering terisolasi secara sosial,
kurang berpendidikan, dengan keterampilan kerja yang terbatas. Sebagai contoh,
di dalam New England, penyandang cacat lebih dari dua kali lebih mungkin untuk
putus sekolah tinggi, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki
cacat.
New England adalah negara bagian yang jaringan
lembaga-lembaga publiknya banyak membantu penyandang cacat, khususnya kesehatan
mental, badan perkembangan bagi penyandang cacat, dan badan rehabilitasi.
Penyandang cacat membutuhkan berbagai layanan bantuan seperti bantuan
penempatan kerja yang layak bagi semua pnyandang cacat sehingga mereka dapat
saling berinteraksi antar sesamanya dan tidak selalu tergantung kepada
orang-orang normal disekitarnya.
Hambatan utama untuk bekerja bagi penyandang cacat adalah anggapan mereka
sendiri yang beranggapan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan itu akan
mengakibatkan hilangnya manfaat ataupun sesuatu hal yang penting dikarenakan
keterbatasan yang mereka miliki. Untuk mengatasi itu, di New England menetapkan
program Medical Buy-In yang memungkinkan individu penyandang cacat untuk
berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi. Selain itu, adanya dukunga
dari administrasi jaminan sosial dan manfaat konseling yang telah ditetapkan di
seluruh wilayah untuk membantu pnyandang cacat dapat membantu meringankan beban
permasalahan yang dihadapi para penyandang cacat tersebut.
Itulah mengapa solusi harus di mulai dengan
langkah-langkah antikemiskinan khas : pendidikan, pelatihan, bantuan penempatan
kerja, dan dukungan sosial. Ketika upaya-upaya umum telah dikombinasikan dengan
strategi khusus untuk cacat individu, hasilnya jelas menunjukkan bahwa
kebanyakan orang penyandang cacat tidak " dipekerjakan ", tetapi
memiliki kemampuan nyata.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar