Rabu, 04 November 2015

Analisis Laporan dan Rasio Keuangan Perusahaan


Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti Laporan Neraca, Rugi / Laba, dan Arus Kas dalam periode tertentu. 

Laporan Keuangan bertujuan untuk memberikan gambaran informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan yang dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan bisnis.
Analisis Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing - masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang.
Setiap tutup periode akhir bulan biasanya accounting menyiapakan dan menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Neraca, Rugi Laba, Arus Kas, Perubahan Modal, dan Laporan tersebut diserahkan ke pimpinan perusahaan. Hal umum yang biasa terjadi adalah mereka hanya fokus terhadap Laporan Laba Rugi, namun ada hal yang lebih penting yang perlu disajikan dalam penyampaian laporan ini yaitu mengenai Analisis Laporan Keuangan. 


Analisis Laporan dan Rasio Keuangan Perusahaan


Tujuan Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

Tujuan utama analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai alat barometer untuk melakukan forecasting atau memproyeksikan posisi keuangan dimasa yang akan datang.
  2. Mereview kondisi perusahaan saat ini, permasalahan dalam manajemen, operasional maupun, keuangan.
  3. Alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua departemen perusahaan. 

Metode dan Tehnik Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

Dalam menganalisa laporan keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan perusahaan antara lain:

1. Metode Analisa Pertumbuhan

Tehnik analisa yang disusun dengan membandingkan kenaikan atau penurunan posisi laporan keuangan pada suatu periode tertentu dengan periode lainnya dari masing-masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan tersebut dengan menggunakan nilai persentase.
Data yang disajikan bisa dengan membandingkan kenaikan atau penurunan masing-masing pos laporan keuangan bulan lalu dengan bulan sekarang, atau periode Year to Date periode yang sama tahun lalu dengan sekarang.

2. Metode Trend dan Indeks

Teknik analisa hampir sama dengan Metode Analisa Pertumbuhan namun angka pembanding adalah laporan keuangan periode tertentu yang dijadikan indeks dan dipilih sebagai tahun dasar. Teknik tren ini sangat berguna untuk memproyeksikan laporan keuangan di masa yang akan datang dengan menggunakan data historis.

3. Metode Analisis Rasio

Teknik analisis dengan membandingkan masing-masing pos laporan keuangan yang relevan atau data yang signifikan.

Analisis Rasio Laporan Keuangan Perusahaan

Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah:

1. Rasio Likuiditas

Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.
Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :
a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.
Rumus menghitung Current Ratio:
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
b. Cash Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.
Rumus menghitung Cash Ratio:
Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%
c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).
Rumus menghitung Quick Ratio:
Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%
Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.

2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.
Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :
a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
Rumus menghitung Gross Profit Margin:
Gross Profit Margin = Penjualan Netto - HPP / Penjualan Netto X 100%
b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
Rumus menghitung Operating Income Ratio:
Operating Income Ratio = Penjualan Netto - HPP – Biaya Administrasi & Umum (EBIT) / Penjualan Netto X 100%
c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
Rumus menghitung Net Profit Margin:
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto X 100%
d. Earning Power of Total Investment, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
Rumus menghitung Earning Power of Total Investment:
Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100%
e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI):
Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100%
f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Return on Equity (ROE):
Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100%
g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners, rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.
Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth:
Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100%
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini adalah adalah semakin baik, sebaiknya Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar. 

3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio

Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Debt to Assets Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.
Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100%
b. Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.
Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%. 

4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio 

Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya. 
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.
Rumus menghitung Total Assets Turn Over Ratio:
Total Assets Turn Over Ratio = Penjualan  / Total Aktiva X 100%
b. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.
Rumus menghitung Working Capital Turn Over Ratio:
Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan  / Modal Kerja Bersih X 100%
c. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan.
Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.
Rumus menghitung Fixed Assets Turn Over Ratio:
Fixed Assets Turn Over Ratio = Penjualan  / Aktiva Tetap X 100%
d. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.
Rumus menghitung Inventory Turn Over Ratio:
Inventory Turn Over Ratio = Penjualan  / Persediaan X 100%
e. Average Collection Period Ratio, rasio untuk mengukur  berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.
Rumus menghitung Average Collection Period Ratio:
Average Collection Period Ratio = Piutang X 365  / Penjualan  X 100%
f. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.
Rumus menghitung Receivable Turn Over Ratio:
Receivable Turn Over Ratio = Penjualan  / Piutang Rata-Rata X 100%

Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah semakin baik, Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.

MANAJEMEN KEUANGAN

 

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan merupakan salah satu bagian utama dari ilmu manajemen. Pengertian Manajemen Keuangan adalah semua aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. pengertian ini mengalami berbagai perkembangan berawal dari pengertian yang hanya sekedar mengutamakan kegiatan mendapatkan / memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga pengelolaan atas aset (aktiva).
pengertian manajemen keuangan
manajemen keuangan
Baca juga artikel sebelumnya : Pengertian Manajemen
George R Terry  menyebutkan ada empat aktivitas yang sering kali dikenal dengan POAC yang berakronim Planning - Organizing - Actuating - dan Controling.

Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli

Ada beberapa ahli yang memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Manajemen Keuangan:
James Van Horne, menyatakan:
semua kegiatan atau aktivitas yang berhubungan langsung dengan perolehan, pendanan serta pengelolaan aset (aktiva) dengan tujuan yang menyeluruh.
Suad Husnan, berpendapat bahwa:
Manajemen keuangan adalah manajemen terhahap semua fungsi keuangan
Bambang Riyanto, mendefinisikan :
Semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntunggkan serta uapay untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif
Liefman menyatakan:
Definisi manajemen keuangan adalah upaya penyediaan uang dan mempergunakan dana tersebut untuk mendapatkan aset (aktiva)
Seperti yang disebut diawal tadi, dengan melihat beberapa pengertian diatas, pengertian manajemen keuangan secara sederhana adalah suatu proses dalam aktivitas keuangan perusahaan, dimulai dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif supaya tujuan keuangan perusahaan yang sudah ditetapkan dalam perencanaan bisa terwujud.

Prinsip Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan tidak hanya sekedar pencatatan akuntansi saja. manajemen keuangan adalah bagian yang penting dan tidak bisa dianggap sebagai suatu kegiatan tersendiri yang menjadi bagian dari pekerjaan orang-orang keuangan.

Manajemen Keuangan dalam prakteknya merupakan aktivitas yang dilakukan dan muncul dalam rangka untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. maka dari itu, dalam membuat sebuah sistem manajemen keuangan, kita membutuhkan prinsip prinsip ini yang menjadi dasarnya, diantarnya:.

Consistency (Konsistensi)
dalam prinsip konsistensi ini, suatu sistam serta kebijakan keuangan perusahaan haruslah konsisten, tidak berubah dari periode ke periode, namun perlu diingat bahwa sistem keuangan bukan berarti tidak boleh dilakukan penyesuaian bila ada suatu perubahan yang signifikan didalam perusahaan. pendekatan keuangan yang tidak konsisten bisa menjadi tanda bahwa ada manipulasi pada pengelolaan keuangan perusahaan.
Accountability (Akuntabilitas)
Prinsip ini adalah suatu kewajiban hukum ataupun moral, yang melekat kepada individu, kelompok ataupun perusahaan untuk memebri penjelasan bagaimana dana ataupun kewenangan yang telah diberikan kepada pihak ke-3 dipergunakan. pihak pihak harus bisa memberi penjelasan tentang penggunaan sumber daya dan apa saja yang sudah dicapai sebagai suatu bentuk pertanggung-jawaban kepada pihak pihak yang berkepentingan,  agar semua tahu bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.
Transparancy (Transparansi)
manajemen harusnya terbuka terhadap pekerjaannya, memberikan informasi tentang rencana dan segala aktivitas kepada yang berkepentingan, termasuk memberikan laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu dan akurat yagn bisa diakses dengan mudah oleh yang berkepentingan, apabila tidak transparan, maka ini bisa mengindikasikan manajemen telah menyembunyikan sesuatu.
Viability (Kelangsungan Hidup)
Supaya kesehatan keuangan perusahaan terjaga, semua pengeluaran operasional ataupun ditingkat yang strategis harus disesuaikan dengan dana yang ada. kelangsungan hidup entitas merupakan ukuran suatu tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan perusahaan. manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangan dimana menunjukkan bagaimana suatu perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangan.
 Integrity (Integritas)
Setiap individu harus memiliki tingkat integritas yang mumpuni dalam menjalankan kegiatan operasional. selain itu catatan dan laporan keuangan harus terjaga intergritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan suatu pencatatan keuangan
Stewardship (Pengelolaan
Manajemen keuangan harus bisa mengelola dengan mumpuni dana yang sudah didapat dan memberikan jaminan bahwa dana yang diperoleh tersebut akan digunakan untuk merealisasikan tujuan yang sudah ditetapkan. dalam prakteknya, manajemen bisa melakukan bisa berhati hati dalam membuat perencanaan strategis, mengidentifikasikan resiko keuangan yang ada serta menyusun dan membuat sistem pengendalian keuangan yang sesuai.
Accounting Standards (Standar Akuntansi)
Sistem akuntansi keuangan yang dipakai harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang berlaku. agar laporan keuangan yang dihasilkan bisa dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak pihak yang berkepentingan.

Konsep Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen mengenai fungsi keuangan, dan fungsi manajemen keuangan merupakan bagaimana mempergunakan serta menempatkan dana yang ada. fungsi fungsi yang ada dalam perusahaan harusnya dilaksanakan dengan baik mengingat fungsi fungsi yang ada saling berkaitan satu sama lain.

Seperti telah dibahas diatas, Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan yang utama
  • Perolehan Dana, merupakan aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh sumber dana, ntah itu berasal dari internal perusahaan ataupun bersumber dari eksternal perusahaan
  • Penggunaan Dana, suatu aktivitas menggunakan atau menginvestasikan dana yang ada pada berbagai bentuk aset
  • Pengelolaan Aset (Aktiva), aktivitas ini adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah didapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (atkiva), dana harus dikelola secara efektif dan efisien.
Jadi, dengan aktivitas aktivitas diatas tersebut, dengan kata lain fungsi pengambilan keputusan manajemen keuangan adalah keputusan mengenai pendanaan, investasi dan manajemen aset (aktiva)

Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan bertujuan memaksimalkan nilai dari perusahaan. manajemen harus bisa menekan perputaran uang yang bisa menghindarkan dari aktivitas yang tidak diinginknan. perlu diingat, tujuan utama dari suatu perusahaan adalah untuk memaksimalkan atau menambah kesejahteraan para pemilik perusahaan. saham yang beredar adalah bukti kepemilikan, kesejahteraan para pemilik direfleksikan dari harga pasar perusahaan itu, harga perusahaan tersebut adalah buah dari keputusan manajemen mengenai keputusan untuk investasi, keputusan dalam pendanaan serta aktivitasnya dalam memanage aktiva, keputusan keputusan tersebut akan berdampak pada harga saham para pemilik perusahaan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Investment Decision (Keputusan Investasi)
Investasi berarti penanaman modal pada aset riil ataupun aset finansial (surat berharga), keputusan investasi ini adalah suatu keputusan terhadap aset apa yang nantinya akan dikelola entitas/perusahaan. keputusan ini yang strategis ini akan berpegnaruh secara langsung terhadap besar kecilnya rentabilitas investasi serta aliran dana perusaan pada masa mendatang.
Financing Decision (Fungsi Pendanaan)
Keputusan mengenai pendanaan ialah dengan mempelajari berbagai sumber dana perusahaan, dalam laporan keuangan berada dalam sisi pasiva. keputusan ini harus memperhatikan sumber dana dengan biaya seminimal mungkin dan juga syarat yang bisa menguntungkan baik itu berasal dari internal perusahaan maupun sumber dana yang berasal dari luar perusahaan (eksternal).
Deviden Decision (Keputusan Deviden)
Dalam fungsi ini, keputusan biasanya menyangkut hal hal seperti:
  • Besaran prosentase laba yang akan dibagikan kepada pemilik dalam bentuk kas
  • tingkat stabilitas deviden yang akan dibagikan oleh manajemen
  • stock devidend, (dividen saham)
  • stock split (pemecahan saham)
  • Penarikan saham yang telah beredar

Sebagai tambahan berikut saya berikan hal hal sedikit mendetail yang dilakukan oleh manajemen keuangan:
  • Perencanaan atas Keuangan, manajemen keuangan menyusun rencana pemasukan serta pengeluaraan dana dan juga aktivitas yang lain pada periode tertentu
  • Melakukan Penganggaran keuangan perusahaan, ini adalah tindak lanjut atas perencanaan keuangan dengan menyusun lebih detail lagi semua pengeluaran dan pemasukan perusahaan
  • Pengelolaan Keuangan perusahaan, dalam hal ini, manajemen keuangan mempergunakan dana yang ada dalam perusahaan untuk memaksimalkannya dengan berbagai cara yang bisa ditempuh
  • Pencarian sumber dana, manajemen keuangan berusaha mencari sumber dana perusahaan yang akan digunakan kegiatan operasional perusahaan
  • Penyimpanan Keuangan, manajemen keuangan menyimpan untuk mengamankan dana perusahaan yang telah dikumpulkan.
  • Pengendalian atas keuangan, manajemen keuangan mengevaluasi dan memperbaiki suatu sistem keuangan yang ada dalam perusahaan yang dirasa belum mumpuni
  • Melakukan pemeriksaan keuangan, internal audit atas laporan keuangan perusahaan dilakukan oleh manajemen keuangan untuk memastikan tidak adanya penyimpangan yang merugikan terjadi
  • Pelaporan keuangan perusahaan, manajemen keuangan menyediakan informasi keuangan tentang kondisi kekinian keuangan perusahaan yang bisa dijadikan bahan evaluasi nantinya.

Fungsi Manajemen keuangan lainnya jika dikaitkan dengan beberapa hal diatas:
  • Pengawasan terhadap biaya
  • Penetapan atas kebijakan harga
  • Peramalan laba dimasa mendatang
  • pengukuran atau penjajakan biaya untuk modal kerja

7 Peluang Usaha Dengan Modal di Bawah 500 Ribu

Saat ini negara kita sedang dihadapkan dengan ekonomi yang sulit. Harga barang semakin mahal dan entah kapan permasalahan ekonomi ini bisa berakhir. Namun Anda tak harus meratapi nasib karena Anda bisa memulai bisnis sendiri dengan modal sendiri. Banyak orang yang berpendapat bahwa membuka sebuah bisnis harus terlebih dahulu memiliki uang yang banyak.
Siapa bilang membuka sebuah usaha harus memiliki modal ratusan juta? Ada banyak peluang bisnis yang dapat Anda jalankan dengan modal 500 ribu, apa saja saja? ini dia?

1. Buka Warkop

Warung Kopi
Warung Kopi via www.blogspot.com

Hampir setiap orang suka minum kopi. Warkop kecil tidak membutuhkan modal lebih dari 500 ribu jika didirikan di pinggir jalan, atau bahkan di halaman rumah Anda sendiri. Konsepnya bisa berupa lesehan atau warung duduk yang menjual aneka macam snack dan minuman utama yang bikin melek, yaitu kopi. Warkop Anda akan diserbu oleh tetangga dan kenalan sebelum mereka pergi bekerja. Ada banyak kebutuhan yang harus dibeli namun harganya tidak mahal. Spanduk yang bertuliskan nama warkop Anda, alat-alat dapur serta kompor untuk menghangatkan makanan. Perlu diketahui, resiko yang sering terjadi adalah makanan sisa yang tidak terjual.

Baca Juga : 10 Kesalahan Fatal Dalam Pengelolaan Usaha

2. Berjualan Pulsa Elektronik

Berjualan Pulsa
Berjualan Pulsa Elektronik via www.blogspot.com

Jaman sekarang, siapa yang tidak punya handphone? Hampir setiap orang memiliki ponsel karena harganya yang semakin terjangkau, dan internet pun sudah masuk desa. Anda dapat mencoba usaha berjualan pulsa karena semua hape membutuhkannya. Apalagi, saat ini deposit minimal yang dibutuhkan untuk berjualan pulsa cukup hanya seharga Rp. 300.000,-.
Yang Anda butuhkan hanyalah ponsel yang dapat mengirimkan pulsa elektronik tersebut ke ponsel pembeli. Handphone yang biasa pun dapat digunakan dan tidak perlu harus smartphone.

3. Berjualan Gorengan

Berjualan Gorengan
Berjualan Gorengan via akangbagja.files.wordpress.com

Cemilan sejuta umat ini digemari oleh siapa saja. Sebagai peluang usaha sampingan, berjualan gorengan dapat dilakukan saat sore hari, sepulang kerja. Bahannya pun mudah didapat dan murah harganya. Mulai dari tahu hingga tempe goreng, peluang usaha ini tidak membutuhkan banyak modal untuk memulainya.
Modal yang paling besar untuk peluang usaha ini adalah membeli gerobak dan alat-alat penggorengan termasuk tabung gas dan wajan. Untuk bahan-bahannya sendiri cukup mudah didapat dan harganya pun cukup murah. Sebagai bonus, gorengan disukai anak-anak maupun orang tua, miskin maupun kaya! Jadi, pangsa pasar Anda sangat terbuka lebar bagi semua kalangan.

4. Menerima Pesanan Kue

Menerima Pesanan Kue
Menerima Pesanan Kue via  griyamarket.com

Anda suka membuat kue? Jadikan kegemaran Anda ini sebagai peluang bisnis. Banyak orang yang suka mencicipi makanan manis tapi malas untuk membuatnya sendiri. Pesanan kue tidak membutuhkan modal banyak karena biaya yang Anda harus keluarkan bergantung pada pesanannya. Anda pun tidak perlu membayar sewa tempat dan lain sebagainya.
Peluang usaha ini mengharuskan Anda membeli oven untuk memanggang roti. Namun ada banyak pilihan oven tradisional yang harganya di bawah 500 ribu. Selain itu, Anda dapat meminta pembayaran dimuka untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.

5. Menjadi Dropshipper

Dropshipper
Dropshipper via appliedminds.in

Saat ini, online shop semakin menjamur. Anda bisa membuka peluang di dunia maya dengan menjadi dropshipper. Dropshipper tidak mengharuskan anda memiliki stok barang di rumah, sistem dropshipper ini sangat menguntungkan Anda karena Anda akan memesankan order dari pembeli ke pihak ketiga. Dan pihak ketiga ini pula yang akan mengirimkan barangnya kepada pembeli Anda. Dropshipper meminimalkan resiko ‘barang mati’ atau tidak laku, karena Anda tidak membutuhkan stok barang.
Ada banyak jenis bisnis yang bisa dilakukan dengan sistem dropshipper. Misalnya, baju, aksesoris, alat elektronik, dan lain sebagainya. Kesusahan menjadi dropshipper adalah, membuat konsumen percaya akan layanan Anda. Disaat penipuan yang semakin marak, sangat penting untuk menciptakan image yang positif serta menjalankan usaha dengan jujur agar pelanggan Anda pun bertambah.

6. Menulis Blog

Menulis Blog
Menjadi Penulis Blog via redjeweledmedia.com

Banyak blog-blog pribadi yang bermunculan dalam berbagai tema, dari traveling hingga kuliner. Banyak yang rela menulis informasi, menghabiskan banyak waktu memotret objek sampai bagus tanpa dibayar?
Keuntungan menulis blog yang bagus dan banyak dikunjungi oleh netizen adalah banjirnya permintaan dari pengiklan untuk memasang “spanduk” di website Anda. Peluang usaha yang populer dan bermodal murah saat ini adalah dengan menulis blog. Ada banyak layanan membuat website gratis yang bisa dicoba seperti wordpress.com atau blogspot.com.
Dengan konten yang relevan dan berkualitas, iklan akan muncul secara otomatis setelah di setting. Dari sinilah blog Anda bisa mendapat penghasilan.

7. Menjadi Endorser

Endorser
Contoh Endorser Artis via whitehorse.digital

Anda tahu istilah celeb-gram? Para pengguna Instagram yang memiliki follower ribuan bahkan ratusan ribu.
Para celebgram inilah yang dinamakan endorser. Bukan melulu harus artis, tapi para pemilik akun Instagram yang follower-nya cukup banyak. Setiap hari, para endorser ini mendapatkan kiriman produk dari para penjual, untuk diiklankan di Instagram mereka. Untuk pemula, Anda tidak perlu meminta bayaran namun untuk yang sudah berskala besar, sekali posting tarifnya bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp800.000 !

Baca Juga : 7 Ide Usaha Untuk Kamu Para Fresh Graduate

Jeli Melihat Peluang

Masih ada banyak peluang usaha yang bisa dijalankan hanya dengan bermodal 500 ribu saja. Untuk itu, Anda harus jeli melihat peluang. Berbagai kemudahan mencari informasi dapat Anda manfaatkan untuk mencari peluang usaha yang tepat bagi Anda. Selamat mencoba teman cermat


Modal Ventura : Solusi Berbisnis Bagi Calon Pengusaha

Pernah mendengar istilah modal ventura? Modal ventura adalah suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu. Pada umumnya investasi ini dilakukan dalam bentuk penyerahan modal secara tunai yang ditukar dengan sejumlah saham pada perusahaan pasangan usaha. Investasi modal ventura ini biasanya memiliki suatu risiko yang tinggi namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula. Kapitalis ventura atau dalam bahasa asing disebut venture capitalist (VC), adalah seorang investor yang berinvestasi pada perusahaan modal ventura. Dana ventura ini mengelola dana investasi dari pihak ketiga (investor) yang tujuan utamanya untuk melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki risiko tinggi sehingga tidak memenuhi persyaratan standar sebagai perusahaan terbuka ataupun guna memperoleh modal pinjaman dari perbankan.Investasi modal ventura ini dapat juga mencakup pemberian bantuan manajerial dan teknikal.
Kebanyakan dana ventura ini adalah berasal dari sekelompok investor yang mapan keuangannya, bank investasi, dan institusi keuangan lainnya yang melakukan pengumpulan dana ataupun kemitraan untuk tujuan investasi tersebut. Penyertaan modal yang dilakukan oleh modal ventura ini kebanyakan dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan baru berdiri sehingga belum memilki suatu riwayat operasional yang dapat menjadi catatan, guna memperoleh suatu pinjaman. Sebagai bentuk kewirausahaan, pemilik modal ventura biasanya memiliki hak suara sebagai penentu arah kebijakan perusahaan sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Manfaat Modal Ventura Bagi Calon Pengusaha 

Manfaat Modal Ventura Bagi Calon Pengusaha  
Manfaat Modal Ventura Bagi Pengusaha via bisnisnesia.files.wordpress.com

Di Indonesia, mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1251/1988, perusahaan modal ventura dapat membantu permodalan maupun bantuan teknis yang diperlukan calon pengusaha maupun usaha yang sudah berjalan guna:
  1. Pengembangan suatu penemuan baru
  2. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana
  3. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan
  4. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha
  5. Pengembangan projek penelitian dan rekayasa
  6. Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri
  7. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan
Selain itu, jenis pembiayaan untuk modal ventura pun juga terdiri dari berbagai macam hal. Antara lain adalah:
  • Equity Financing adalah jenis pembiayaan langsung dalam hal ini perusahaan modal ventura melakukan penyertaan secara langsung pada perusahaan pasangan usaha dengan cara mengambil bagian dari jumlah saham milik perusahaan pasangan usaha.
  • Semi Equity Financial merupakan jenis pembiayaan dengan cara membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh perusahaan pasangan usaha.
  • Bagi Hasil, merupakan jenis pembiayaan yang ditujukan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk badan hukum PT. Namun tidak tertutup kemungkinan dengan yang berbadan hukum PT, apabila kedua pihak saling menginginkannya.

Baca Juga : Mau Bisnis Tanpa Modal? Ini Dia Caranya!

Tujuan Pembiayaan Modal Ventura

Modal Ventura
Modal Ventura via bisnisnesia.files.wordpress.com
  
Pembiayaan modal ventura, di samping berorientasi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi dengan risiko yang tinggi pula, juga bertujuan antara lain untuk:
  1.  Memungkinkan dan mempermudah pendirian suatu perusahaan baru.
  2.  Membantu pembiayaan perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dana dalam pengem­bangan usahanya, terutama pada tahap-tahap awal
  3.  Membantu perusahaan baik pada tahap pengembangan suatu produk maupun pada tahap mengalami kemunduran.
  4.  Membantu terwujudnya dari hanya suatu gagasan menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.
  5.  Memperlancar mekanisme investasi di dalam dan luar negeri.
  6.  Mendorong pengembangan proyek research and development.
  7.  Membantu pengembangan teknologi baru dan memperlancar terjadinya alih teknologi.
  8.  Membantu dan memperlancar pengalihan kepemilikan suatu perusahaan.

Ciri-ciri Perusahaan Modal Ventura

Ciri-ciri Modal ventura
Ciri-ciri Modal Ventura via gitasarisanastuti08.blogspot.co.id

Sedangkan ciri-ciri perusahaan modal ventura adalah:
  1. Pembiayaan modal ventura merupakan equity. Bentuk pembiayaan oleh perusahaan modal ventura dilakukan dengan penyertaan modal langsung pada perusahaan pasangan usaha.
  2. Modal ventura adalah investasi dengan perspektif jangka panjang. Modal ventura tidak mengharapkan perolehan keuntungan dengan memperdagangkan sahamnya secara jangka pendek akan tetapi mengharapkan capital gain setelah jangka waktu tertentu.
  3. Modal ventura merupakan pembiayaan yang bersifat risk capital. Beresiko tinggi karena pembiayaan modal ventura tidak disertai dengan jaminan seperti halnya dengan kredit perbankan. Resiko tinggi tersebut sebenarnya diimbangi dengan harapan mendapatkan return yang lebih besar.
  4. Modal ventura bersifat sementara. Meskipun pembiayaan modal ventura berupa penyertaan saham, namun ada prinsipnya tetap bersifat sementara yaitu misalnya ketentuan jangka waktu penyertaan modal ventura di Indonesia maksimun 10 tahun
  5. Keuntungan berupa capital gain dan deviden. Keuntungan yang diharapakan diperoleh perusahaan modal ventura terutama capital gain atau apresiasi nilai saham di samping deviden.
  6. Rate Of Return yang tinggi. Bidang usaha yang umunya dibiayai oleh modal ventura adalah yan bersifat terobosan-terobosan baru yang menjanjikan keuntungan yang tinggi.

Modal Ventura juga memiliki beberapa produk khusus yakni

Penyertaan Saham Langsung
Jenis Pembiayaan ini adalah penyertaan langsung dalam bentuk saham di Perusahaan Pasangan Usaha (PPU).  Syarat dari pembiayaan ini adalah PPU tersebut sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), atau akan mendirikan PT bersamaan dengan masuknya PMV. Hasil yang diterima yang  diterima oleh PMV berupa dividen yang akan dibagikan setiap tahun dari keuntungan PPU.  Keuntungan yang akan dibagi itu akan ditentukan bersama diantara Pemegang Saham PPU yang terdiri dari PMV dan pengusaha yang menjadi mitra usaha
Obligasi Konversi
Jenis pembiayaan ini adalah dalam bentuk obligasi yang dapat dikonversikan ke dalam saham biasa yang dikeluarkan oleh PPU yang sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
Pola Bagi Hasil / Partisipasi Terbatas
Jenis pembiayaan ini merupakan jenis pembiayaan yang paling banyak digunakan oleh PMV di daerah-daerah, mengingat rata-rata Pengusaha Kecil dan Menengah (PKM) banyak yang tidak berbentuk Perseroan Terbatas (PT).  Pola ini dapat diterapkan untuk PKM-PKM dengan bentuk CV, Koperasi dan Perorangan. Jenis pembiayaan bagi hasil  ini adalah suatu pola pembiayaan dengan menentukan suatu prosentase tertentu dari keuntungan yang diperoleh PPU setiap bulan atau periode tertentu, berdasarkan kesepakatan antara PPU dengan PMV pada saat awal kerjasama pembiayaan. Bagi hasil dapat diambil dari laba kotor, laba operasional atau laba bersih yang semuanya ditentukan atas dasar kesepakatan bersama antara PPU dan PMV. Pada pola ini PPU tidak terbebani akan kewajiban pada PMV karena nilai bagi hasil berbanding lurus dengan peningkatan/penurunan laba perusahaan. Ketentuan yang harus dipenuhi dengan pola bagi hasil ini adalah adanya laporan keuangan (neraca, laba, rugi, dan chasflow) yang dapat diverifikasi.

Baca Juga : Mau Investasi Jangka Panjang? Ini Pilihan Produknya

Cara Pembiayaan Modal Ventura 

Pembiayaan
Pembiayan Modal Ventura via wp.streetwise.co

Sedangkan mengenai cara pembiayaan modal ventura sendiri dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Penyertaan saham secara langsung kepada perusahaan yang menjadi pasangan usaha.
  2. Dengan membeli obligasi konversi yang setelah waktu yang disepakati bersama dapat dikonversi menjadi saham / penyertaan modal pada perseroan.
  3. Dengan pola bagi hasil dimana persentase tertentu dari keuntungan setiap bulan akan diberikan kepada perusahaan modal ventura oleh perusahaan     pasangan usaha. Pola bagi hasil yang mungkin dilakukan adalah:
  4. Bagi hasil berdasarkan pendapatan yang diperoleh (revenue sharing).
  5. Bagi hasil berdasarkan keuntungan bersih (net profit sharing).
  6. Bagi hasil berdasarkan perjanjian.

Solusi Berbisnis Bagi Anda

Melihat dari kegunaan serta tujuannya, modal ventura dapat menjadi solusi berbisnis bagi Anda. Untuk itu tidak ada salahnya bukan, mengambil investasi ini dalam membangun perusahaan Anda. Ingat mencari modal tidak harus dengan cara meminjam uang ke bank dengan Kredit Tanpa Agunan atau Kredit Multiguna saja, masih ada banyak cara lainnya. Berani mencoba?

Tujuan Keuangan: Bagaimana Cara Menyusunnya?

Sadar tidak sadar, kita semua pasti pernah melakukan penyusunan financial goal atau tujuan keuangan. Tujuan keuangan merupakan perencanaan yang membutuhkan persiapan dana dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, kita ingin menikah dalam 3 tahun mendatang, maka sekarang kita harus mengkalkulasi dana yang harus dikeluarkan untuk menyelenggarakan pernikahan tersebut. Perencanaannya tidak sebatas biaya pengesahan dan pesta saja, namun juga harus mempersiapkan dana rumah tangga yang merupakan awal dari kehidupan sesungguhnya setelah pesta berakhir. Anda tidak mau ‘kan, hidup sengsara untuk beberapa waktu setelah menikah karena terlalu banyak mengeluarkan dana untuk pesta pernikahan saja?
Sebelum melangsungkan pernikahan, Anda memang harus mempertimbangkan hal lain yang dapat dijadikan sebagai rambu-rambu dalam membuat anggaran pernikahan. Beberapa hal yang membuat perencanaan keuangan begitu penting lewat ilustrasi ini adalah kebutuhan setelah pesta berakhir tidak hanya soal makan. Anda dan suami harus memiliki dana yang bisa menutup kebutuhan lain seperti tagihan listrik, air, telepon, langganan TV kabel, hingga kebutuhan kecil yang tidak terduga. Tidak boleh lupa bahwa dana darurat tidak boleh sampai kosong.
Terlebih teori yang menyatakan bahwa tabungan idealis pada rumah tangga setidaknya sebesar 6 kali dari gaji suami dan istri. Belum lagi bila Anda merencanakan untuk memiliki buah hati. Tanggungan hidup di dalam rumah akan semakin banyak. Bahkan, sebelum sang buah hati lahir pun Anda sudah harus menanggung biaya ‘penyambutan’ seperti konsultasi dokter, pemeriksaan rutin, persalinan di rumah sakit, hingga perlengkapan bayi seperti pakaian dan popok.
Ilustrasi di atas merupakan contoh betapa pentingnya memiliki perencanaan keuangan, baik untuk tujuan keuangan tertentu atau sebagai dana simpanan untuk kebutuhan tak terduga. Menyusun tujuan keuangan bukanlah hal yang mudah karena saat pelaksanaannya banyak sekali orang yang tergoda untuk menyentuh simpanan ini, entah untuk kepentingan kebutuhan atau keinginan. Meski begitu, tak lantas tidak ada orang yang bisa berhasil mencapai tujuan keuangan mereka. Keberhasilan orang-orang dalam mencapai tujuan keuangan mereka terletak pada penyusunan serta pelaksanaan rencana keuangan tersebut secara benar. Jadi, keberhasilan tujuan keuangan itu tidak terletak pada harapan yang diwujudkan dengan cara instan.
Untuk membantu Anda mencapai tujuan keuangan, berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menjadi referensi untuk mencapai tujuan keuangan. Bukan hanya pada awal perencanaan saja, tetapi juga cara pencapaiannya.

1. Buatlah Daftar Tujuan Keuangan yang Ingin Dipenuhi

Buat Daftar Tujuan
Buat Daftar Tujuan via thecuriouscatholic.com

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan cara membuat tujuan-tujuan keuangan secara jelas. Agar langkah ini dapat berjalan dengan sempurna, usahakan saat melakukannya jangan tertekan apalagi stres. Apakah 3 hal yang menjadi prioritas utama Anda saat ini? Membeli rumah? Membuka akun investasi? Membayar pinjaman pendidikan? Atau bahkan ketiga-tiganya? Tulis tujuan yang ada untuk mempermudah Anda mencapai tujuan keuangan tersebut.
Dengan menuliskan tujuan keuangan. Anda bisa memprioritaskan mana yang sifatnya paling mendesak atau harus mendapatkan perhatian lebih dulu. Sehingga penyaluran dana bisa tepat guna sesuai dengn kebutuhan pembayaran. Bagaimana cara untuk membuat tujuan Anda terwujud? Ini dia caranya.

2. Sadarilah Motivasi Anda yang Sesungguhnya

Apa Motivasi Anda
Apa Motivasi Tujuan Keuangan Anda? via

Motivasi untuk mencapai sesuatu haruslah intrinsik bukan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang Anda miliki untuk diri Anda sendiri. Misalnya, "Saya ingin mengumpulkan dana darurat karena semua orang melakukannya," Contoh lainnya adalah, "Saya akan mengumpulkan dana darurat, karena bila saya di-PHK suatu saat meski bukan karena kesalahan saya, saya akan tetap dapat hidup dengan menjadi freelancer.”
Sementara contoh yang ini, "Saya harus membayar kartu kredit saya karena istri terus meneriaki saya," merupakan motivasi ekstrinsik. Kalau dibandingkan dengan ini, "Saya akan membayar kartu kredit saya, agar saya bisa aman secara finansial," itu merupakan kalimat motivasi intrinsik. Nah, sudah mengerti perbedaannya kan?

3. Susun Tujuan Keuangan Anda

Susunan Rencana
Coba Susun Tujuan Keuangan Itu via wordpress.com

Kebanyakan orang memiliki lebih dari satu tujuan keuangan. Hal itu sebenarnya sah-sah saja. Namun, kami sarankan Anda harus mengutamakan tiga tujuan utama ini, meliputi: (1) berada dalam satu jalur dengan rencana pensiun, (2) Termasuk dalam dana emergensi yang bertumbuh (paling tidak bisa untuk menjamin kehidupan hingga 6 bulan ke depan), dan (3) Berhubungan dengan pelunasan semua tagihan besar. Anda juga bisa membuat susunan tujuan Anda dengan sedikit berbeda, misalnya bila Anda sudah melunasi semua tagihan kartu kredit, Anda baru bisa menabung untuk mendapatkan mobil baru yang lebih layak pakai dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Menyiapkan Dana Pensiun Dengan Lembaga Keuangan? Cek Ini Dulu

4. Membuat Tujuan Secara Spesifik, Terukur, dan Menantang

Cari Tahu Secara Spesifik
Buat Tujuan Secara Spesifik via edtpatips.com

Alangkah lebih baik jika Anda memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan mengharuskan Anda untuk bangkit menanggapi tantangan. Agar tujuan dapat benar-benar dicapai, tujuan Anda harus realistis. Anda juga harus memberikan ruang gerak bagi diri Anda sendiri.
Sebagai contoh, seseorang yang sedang berdiet, ada yang memiliki motivasi menurunkan berat badan antara 2 dan 4 kg. Sementara tipe lainnya memutuskan untuk menurunkan berat badan sebanyak 3 kg. Tujuan yang jelas akan membantu mempermudah Anda mencapai apa yang direncanakan lewat aktivitas-aktivitas terkait.

5. Menvisualisasikan Seluruh Proses Percobaan

visualisasi rencana
Visualisasikan Proses yang Sudah Dilakukan via artforkidshub.com

Anda sudah memiliki tujuan yang spesifik di dalam pikiran, namun bagaimana Anda mencapainya? Yaitu dengan memvisualisasikan proses percobaan untuk mencapai tujuan tersebut. Para peneliti sudah menunjukkan hasil bahwa hal ini akan lebih baik dari sekedar menyusun tujuan yang visioner. Sadarilah juga adanya pengalaman pemicu yang berbeda dan munculnya perilaku yang baru.

6. Mengevaluasi Budget

Lakukan Evaluasi
Lakukan Evaluasi via michellemoor.com

Perencanaan ini tidak akan berhasil ketika Anda sendiri tidak memiliki dana atau uang yang nyata. Karena itu, Anda harus mengevaluasi biaya atau budget ini dari dua sudut pandang. Sudut pandang pertama adalah dengan melipatgandakan pembayaran take-home dengan 0.2. Mengapa 0.2? 0.2 atau 20% merupakan aturan yang baik untuk seberapa banyak dana yang harus Anda kumpulkan untuk mencapai tujuan keuangan itu. Kedua, lihatlah di mana biaya yang ada saat ini yang paling memungkinkan untuk diambil.

Baca Juga: Perencana Keuangan : Manfaat Dan Bagaimana Cara Memilihnya

7. Membagi Dana Pada Setiap Tujuan

Pembagian Dana
Buat Pembagian Dana via 123abc.co.nz

Anda sekarang memiliki gagasan mengenai langkah yang dapat ditempuh dan berapa banyak dana yang harus punya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Bila Anda memiliki beberapa tujuan keuangan, ingatlah untuk membagi dana yang Anda miliki ke setiap tujuan keuangan.

8. Mengotomatisasi Progres

Buat Progres
Buat Progres via musclesmotivation.com

Jangan mengandalkan keinginan Anda yang tidak teguh. Karena itu, otomatisasikan progres Anda. Untuk membantu Anda, coba lakukan pengecekan ke akun tabungan Anda untuk membagi sejumlah uang yang ingin Anda simpan serta uang yang mau digunakan untuk transaksi saat batas pembayaran tagihan tiba.

9. Sharing Bersama Dengan Orang Terdekat

Curhat dengan teman
Cobalah Untuk Sharing via healthination.com

Melakukan langkah-langkah yang sudah dijabarkan merupakan hal yang bagus. Tetapi menularkan keberhasilan kepada rekan Anda dapat meningkatkan kesempatan Anda dalam mencapai tujuan. Jadi, ajaklah teman atau rekan kerja Anda yang suportif, katakan kepadanya mengenai tujuan keuangan Anda, lalu lakukan evaluasi seminggu sekali untuk berbagi mengenai bagaimana cara kalian melakukannya.

9. Mengamati Progres

Mengamati sekitar
Amati Progres yang Ada via wordpress.com

Setelah berjalan beberapa waktu, Anda pasti memiliki keinginan untuk sering mengecek dan mengevaluasi progres yang ada. Sebagai saran, lakukan pemeriksaan secara cepat. Sebab, dengan sekali melihat, saja seharusnya Anda sudah bisa melihat apakah rencana yang sudah dilakukan berhasil atau tidak.

10. Tetap Hargai Diri Anda

Liburan ke pantai
Jangan Lupakan Diri Sendiri via forbes.com

Meskipun terkadang ada rencana yang tidak tercapai, Anda tetap bisa memberikan penghargaan kepada diri Anda sendiri karena telah melakukan pekerjaan dengan baik. Perlakukan diri Anda dengan baik, caranya dengan melakukan sesuatu yang Anda sukai seperti liburan, makan di tempat favorit, dan lainnya.

11. Mengulangi langkah 1 hingga 10

Ulang Proses
Ulangi Lagi Prosesnya via strombeck.com

Setelah Anda berhasil mencapai tujuan keuangan, keinginan untuk mencapai tujuan keuangan yang lain sangat besar potensinya untuk muncul lagi. Ingat, pada dasarnya manusia tidaklah pernah puas, dia selalu memiliki tujuan lain meski tujuan utamanya sudah terwujud. Meskipu begitu, dengan kesuksesan Anda dalam mencapai tujuan keuangan sebelumnya, ini akan menjadi hal yang lebih mudah untuk mencapai tujuan keuangan yang lain dengan melakukan lagi langkah nomor 1 hingga 10.

Disiplin Adalah Kunci Keberhasilan Anda

Melihat beberapa tips yang telah disebutkan di atas, sebenarnya letak kunci keberhasilan Anda untuk mencapai tujuan keuangan adalah sikap disiplin. Tips di atas hanyalah pendukung supaya Anda bisa lebih mudah dalam mencapai tujuan keuangan. Hal yang terpenting ialah menjelaskan secara rinci tujuan keuangan tersebut dan pastikan bahwa tujuan itu merupakan prioritas Anda.

TEORI, MODEL DAN TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A.TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1.Teori Klasik Menurut teori klasik, pengambilan keputusan itu haruslah bersifat rasional.Keputusan itu diambil dalam situasi yang serba pasti, pengambil keputusan harus memiliki informasi sepenuhnya dan menguasai permasalahannya. Teori pengambilan keputusan ini mendasarkan diri pada asumsi dari orang yang mempunyai pikiran ekonomi rasional untuk mendapatkan hasil atau manfaat yang semaksimal mungkin.Segala sesuatu itu mengarah pada kepastian.Kritik terhadap teori ini antara lain adalah pengambilan keputusan itu harus berorientasi pada ‘apa yang seharusnya dilakukan’ bukan pada ‘apa yang ia ingin lakukan’. Kritik berikutnya adalah kita ini tidak selalu serba mengetahui dengan pasti; ada hal-hal yang belum kita ketahui dengan pasti.

 2.Teori Perilaku Teori perilaku (behavioral theory) disebut juga Administrative man theory. Pada pokoknya, teori ini mendasarkan diri pada keterbatasan kemampuan pimpinan untuk berpikir rasional penuh dalam menangani masalah. Dari informasi yang ada dan beberapa alternative yang tersedia atau disediakan oleh unit pengolah data, maka apabila pimpinan telah merasa puas dengan salah satu alternative pemecahan masalah, maka alternative itulah yang dipakainya.

B.TINGKATAN KEPUTUSAN
 Meskipun secara umum keputusan itu dibedakan dalam keputusan yang sederhana dan keputusan yang kompleks, namun dalam rangka penanganan keputusan yang lebih terinci perlu dibedakan lebih lanjut berdasarkan tingkatannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari agar keputusan yang dibuatnya tidak termasuk keputusan yang kurang tepat.Dalam hal ini Irwin D. Bross membedakan keputusan menurut tingkatannya ke dalam (1) keputusan otomatis, (2) keputusan memori, dan (3) keputusan kognitif.

1.Keputusan Otomatis Pada dasarnya merupakan keputusan yang bersifat biologis atau fisis. Lebih tegasnya lagi keputusan otomatis ini adalah keputusan yang berdasarkan gerak reflex atau insting. Pada umumnya keputusan ini tidak berubah atau akan disempurnakan kembali karena bukan berdasarkan pikiran atau otak. Sebagai contoh sederhana kalau lebah membuat sarang, maka sepanjang masa sarang lebah tertentu akan berbentuk sama, tidak ada keinginan untuk mengubahnya agar misalnya lebigh artistic.Pengambilan keputusan otomatis ini merupakan pengambilan keputusan yang tingkatannya paling rendah (sederhana).Namun demikian pengambilan keputusan otomatis ini pun dapat diterapkan penanganan organisasi yang menyangkut peralatan mekanis. Dengan menggunakan computer misalnya, orang dapat memantau bermacam-macam proses kegiatan dalam pabrik. Misalnya pada pabrik bahan kimia, plastik atau penyaringan minyak banyak digunakan sistem pemantauan secara mekanis untuk menjamin keseragaman komponen peralatan dan aliran proses yang bercampur-baur tanpa mengalami kesulitan. Perusahaan industrI dapat saja menjalankan tugasnya dalam rangka pengendalian kualitas hasil industrinya dengan lebih baik.Misalnya perusahaan industri yang menghasilkan kawat baja dengan diameter tertentu dan dengan daya tahan tertentu dapat dipantau melalui kecanggihan computer, sehingga kualitasnya yang dikehendaki dapat tercapai dengan lebih mudah dan otomatis.Dengan menggunakan komputer pula pimpinan lebih mudah melakukan tugasnya.Namun tidak semua tugas dan pembuatan keputusan dapat dibantu dengan sistem komputer.

2.Keputusan Memoris Keputusan tingkatan kedua ini semata-mata mendasarkan diri pada kemampuan mengingat akan wewenang dan tugas yang diberikan kepada yang bersangkutan. Dalam hal ini kemampuan pengingatan kembali (memori) sangat dibutuhkan untuk kelancaran pengambilan keputusan.Binatang yang termasuk ‘cerdas’ dapat dilatih untuk mengerjakan sesuatu.Lumba-lumba misalnya dapat dilatih untuk melacak dan mengamankan ranjau laut.Anjing dapat dilatih untuk mencari narkotika yang diselundupkan.Angsa dapat dilatih untuk ‘berteriak-teriak’ apabila menjumpai suatu gerakan yang mencurigakan.Melalui kemampuan instingnya mereka dapat dipertajam dengan latihan yang cukup intensif, dan diarahkan pada tujuan tertentu. Keputusan memorial ini pun dapat diterapkan dalam organisasi, yakni dapat dilakukan oleh misalnya juru rawat dengan batas-batas tertentu yang harus diingat mengenai seberapa jauh wewenangnya dalam menangani pasiennya.Apabila penyakit atau keadaan pasien itu melebihi batas wewenangnya, maka harus diserahkan kepada dokter untuk menanganinya.Jadi apabila melampaui batas wewenang juru rawat, maka kompetensi dokterlah untuk menangani pasien yang bersangkutan.Kebebasan dalam batas wewenang untuk mengambil keputusan ini terjadi pada setiap petugas atau pejabat dalam organisasi.

3.Keputusan Kognitif Merupakan keputusan tingkat ketiga. Keputusan kognitif berarti keputusan yang pembuatannya berdasarkan ilmu pengetahuan, dan ini akan berhasil apabila pembuat keputusan itu meperhatikan factor lingkungan, pengetahuan dan pengalaman.Tetapi pengetahuan dan dasar pengalaman ini tidaklah selalu dapat dijadikan jaminan ketepatan pengambilan keputusan.Kalau semata-mata berdasarkan pengetahuan, segala keputusan dalam perusahaan hendaknya berorientasi pada pertimbangan keuntungan (ini menurut ilmu ekonomi).Namun dalam kenyataannya kadang-kadang keputusan bisnis didasarkan pada pertimbangan politik atau pertimbangan lainnya yang non-ekonomi. Banyak tindakan yang dilakukan atas dasar pertimbangan atau petunjuk Tuhan, tetapi lain kali keputusan atau tindakan menuruti ‘ajakan setan’. Jadi orang kadang-kadang selalu berbuat baik, tetapi di lain kesempatan tahu-tahu berbuat hanya menuruti hawa nafsu saja. Pengambilan keputusan yang bersifat kognitif dalam dalam suatu organisasi merupakan sebagian dari keseluruhan proses dalam organisasi tersebut. Proses dalam organisasi dimulai dengan penentuan tujuan dan diakhiri dengan pencapaian organisasi. Dalam mencapai tujuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang salah satunya dikenal dengan Penelitian Operasional (Operation Research). Operation Research mulai dikenal dan dikembangkan pada saat perang dunia II berkecemuk di Inggris.Operation Research ini merupakan pendekatan ilmiah dan metodik untuk memecahkan permasalahan peperangan yang begitu kompleks.Prosedur operation research meliputi langkah-langkah dasar yang dimulai dengan penggambaran dan penentuan tujuan organisasi.Dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul, maka terlebih dahulu masalah-masalah tersebut perlu diidentifikasi, untuk kemudian dirumuskan permasalahn yang sesungguhnya.Dalam merumuskan masalah tersebut termasuk juga batas-batas permasalahannya yang serius.Setelah masalah dapat dirumuskan dengan jelas, maka kemudian dibuatkan bermacam-macam alternative pemecahannya.Tentu saja dalam pembuatan alternatif-alternatif keputusan itu diperlukan banyak informasi yang cukup relevan, sehingga alternatif pemecahannya dapat dikembangkan.Dari sekian banyak alternatif, kemudian pimpinan harus memilih satu alternatif satu alternative yang dianggapnya paling tepat untuk memecahkan masalah itu.Namun sebelum alternatif yang dipilihnya itu diputuskan dan dilaksanakan, maka lebih dulu dicek dan dites kemampuannya.Selanjutnya apabila dianggap cukup baik hasil pengetesannya, barulah dilaksanakan dan dikendalikan melalui pemantauan.Hasil pelaksanaan dan pemantauan itu dijadikan umpan balik, perbandingan.Apabila terjadi penyimpangan diambillah tindakan pembetulan. Dalam operations research, berbagai tenaga yang mempunyai bermacam keahlian dibentuklah suatu tim (team of experts from different fields) untuk memecahkan masalah yang begitu kompleks. Tim tersebut sekaligus ditugasi untuk mengecek apakah keputusan yang dibuatnya itu pelaksanaannya dapat berjalan baik dan cukup sukses.Ilmu pengetahuan mengenai operation research itu terutama mendasarkan diri pada model matematika. Penggambaran proses organisasi di mana pembuatan keputusan merupakan bagian di dalamnya dapat diberikan dengan lebih menekankan pada bagian dari proses pengambilan keputusan yang aktual, dengan menggunakan model masukan-keluaran. Masukan meliputi misalnya tujuan organisasi, kendala-kendala intern, criteria pelaksanaan, dan alternatif-alternatif pemecahan masalah.Sedangkan keluaran meliputi pelaksanaan keputusan dan pengendalian, serta umpan baliknya. Dalam pengambilan keputusan macam ini pengaruh-pengaruh yang non ilmiah cukup dominan dalam memilih alternative mana yang dianggap paling tepat untuk memecahkan masalah yang timbul dalam organisasinya. Kiranya perlu disadari bahwa baik keputusan pribadi maupun keputusan organisasi yang perlu dibuat itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan dan nilai-nilai yang kerap kali saling bertentangan, pengaruh politik, emosi, tingkat pendidikan, dan juga model keputusan factual.Pemecahan masalah yang terbaik bukan dipilih berdasarkan keinginan pengambil keputusan, tetapi lebih ditekankan pada alternative pemecahan yang dapat diterima dan yang telah diseleksi betul. Menurut Terry, pengambilan keputusan itu meliputi dua alternative atau lebih mengingat apabila hanya dibuatkan saru alternatif saja, maka keputusan belum tentu dapat dibuat dengan baik. Berikut ini diberikan diagram untuk pengambilan keputusan berdasarkan penyajian lima alternatif.

C.MODEL KEPUTUSAN
Hornby menyatakan bahwa model merupakan percontohan yang
mengandung unsur yang bersifat menyederhanakan, untuk ditiru (kalau perlu). Dari ungkapan tadi itu sebenarnya dapat diartikan bahwa keadaan masyarakat itu cukup kompleks sehingga tidak mudah untuk diketahui dengan pasti, tidak dapat diketahui dengan baik. Namun untuk mengetahuinya, perlulah disederhanakan dalam bentuk model.Model itu sendiri tetap mendasarkan diri pada unsur-unsur yang relevan dan dominan sehingga penyajiannya tetap representatif.Model merupakan sesuatu hal yang bersifat fundamental dalam menganalisis kebijakan pemerintah.Meskipun belum tentu dapat meramalkan konsekuensi dari keputusan yang dibuat berdasarkan model itu, namun dengan menggunakan model dapatlah kiranya dibayangkan kemungkinan-kemungkinannya setelah kita mengetahui informasi-informasi disertai dengan asumsi-asumsi. Dengan cara demikian itu nampaknya akan lebih jelas keadaannya, dan ke arah mana kemungkinan dapat terjadi. Pengambilan keputusan itu sendiri merupakan proses berurutan yang membutuhkan penggunaan model yang tepat. Pengambil keputusan berusaha menggeser keputusan yang semula tanpa perhitungan menjadi keputusan yang penuh perhitungan. Dalam analisis pengambilan keputusan itu ternyata semuanya menggunakan model paling tidak secara implisit. Mengenai hal ini Hovey memberi contoh mengenai pengecatan gedung sekolah. (E.s. Quade, Analysis for Public Decisions, Elseier North Holland Inc., New York, 1977, hlm. 141)

1.Pengecatan gedung sekolah yang kotor dan tidak merata, secara tidak langsung dapat berakibat kurangnya konsentrasi belajar para siswanya;
2.Pengecatan gedung sekolah yang tidak merata dan kotor pun, secara tidak langsung berakibat kurangnya konsentrasi mengajar para guru sekolah yang bersangkutan;
3.Begitu pula pengecatan gedung sekolah yang tidak merata dan kotor, akhirnya justru akan menyebabkan sekolah terpaksa mengeluarkan biaya yang lebih banyak lagi (untuk membetulkan pengecatan);
4.Pengecatan yang baik dan benar, perlu dilakukan dengan perubahan warna setiap dua tahun sekali. Pengecatan dengan cara demikian itu akan meningkatkan konsentrasi: belajar para siswa dan mengajar para guru sekolah yang bersangkutan;
5.Pengecatan gedung sekolah itu ada dalam keadaan baik dan tepat, apabila dilakukan setiap dua tahun sekali.

Dari uraian tersebut, empat butir pertama masing-masing mendasarkan diri pada model yang berbeda, tetapi secara implisit menunjukkan adanya hubngan antara pengecatan dan pendidikan atau pelaksanaan pendidikan.Model kelima merupakan praktik pengecatan itu sendiri (sebaiknya dilakukan dua tahun sekali). Alasan-alasan yang dikemukakan pada butir (1) dan (2) dapat dibenarkan oleh Yayasan Sekolah.Butir (3) merupakan model penarikan kesimpulan secara teknis mengenai hubungan antara pengecatan dan struktur; jadi diluar prinsip-prinsip keahlian.Butir (1) dan (2) menghuungkan antara pengecatan dengan pelaksanaan kegiatan siswa dan kegiatan guru. Model yang baru dikemukakan tersebut termasuk dalam kategori atau jenis model verbal, karena disitu ditunjukkan adanya rumusan atau hubungan sebab-akibat secara verbal (meskipun dalam buku ini terpaksa dinyatakan secara tertulis). Pada umumnya semua model ini mempunyai aspek-aspek tertentu. Masing-masing adalah idealisasi, atau abstraksi dari bagian dunia nyata (praktik nyata), atau dengan kata yang lebih tepat dan jelas: imitasi dari kenyataan. Mengenai hal ini Olaf Helmer menyatakan bahwa: karakteristik dari konstruksi model adalah abbstraksi; elemen-elemen tertentu dari situasi mungkin dapat membantu seseorang menganalisis keputusan dan memahaminya dengan baik. Untuk mnegadakan abstraksi, maka pembuatan model seringkali dapat meliputi perubahan konseptuan.Setiap unsur dari situasi nyata merupakan tiruan dengan menggunakan sasaran matematika atau sasaran fisik. Hubungannya dengan unsur lain mencermikan adanya kekayaan atau peralatan dan hubungan lain berupa tiruan. Sebagai contoh, sistem lalu lintas kota dapat dibuat tiruannya dengan membuat miniatur yang menggambarkan adanya jaringan jalan-jalan, rambu-rambu lalu lintas, beserta kendaraan persis seperti sesungguhnya. Model yang berupa pengalihan ke dalam abstraksi tersebut dinamakan model simulasi. Mengenai klasifikasi model, Quade membedakan ke dalam dua tipe yakni model kuantitatif dan model kualiatif. Model kuantitatif (dalam hal ini adalah model matematika) adalah serangkaian asumsi yang tepat yang dinyatakan dalam serangkaian hubungan matematis yang pasti.Ini dapat berupa persamaan, atau analisis lainnya, atau merupakan instruksi bagi komputer, yang berupa program-program untuk komputer. Adapun ciri-ciri pokok modle ini ditetapkan secara lengkap mengenai asumsi-asumsi dan kesimpulannya berupa konsekuensi logis dari asumsi-asumsi tanpa menggunakan pertimbangan intuisi mengenai proses dunia nyata (praktik) atau permasalahan yang dibuat model untuk pemecahannya. Kadang-kadang kesimpulan dibuat oleh pembuat keputusan atau oleh analisnya dengan menggunakan model analitik yang tidak mengikuti konsekuensilogis dari asumsu-asumsi yang dijadikan model. Model kualitatif didasarkan atas asumsi-asumsi yang ketepatannya agak kurang jika dibandingkan dengan model kuantitatif dan ciri-cirinya digambarkan melalui kombinasi dari deduksi-deduksi asumsi-asumsi tersebut dan dengan pertimbangan yang lebih bersifat subjektif mengenai proses atau masalah pemecahannya dibuatkan model. Mengingat begitu banyaknya cara lain untuk mengadakan klasifikasi model, dibawah ini disampaikan beberapa klasifikasi saja. Klasifikasi model dapat dilakukan berdasarkan: 1.Tujuannya: model latihan, model penelitian, model keputusan, model perencanaan, dan lain sebagainya. Pengertian tujuan disini adalah dalam arti purpose; 2.Bidang penerapannya (field of application): model tentang transportasi, model tentang persediaan barang, model tentang pendidikan, model tentang kesehatan, dan lain sebagainya; 3.Tingkatannya (level): model tingkat manajemen kantor, tingkat kebijakan nasional, kebijakan regional, kebijakan lokal, dan lain sebagainya. 4.Ciri waktunya (time character): model statis dan model dinamis; 5.Bentuknya (form): model dua sisi, satu sisi, tiga dimensi, model konflik, model nonkonflik, dan lain sebagainya. 6.Pengembangan analitik (analytic development): tingkat dimana matematika perlu digunakan, dan lain-lain. 7.Kompleksitas (complexity); model sangat terinci, model sederhana, model global, model keseluruhan, dan lain-lain. 8.Formalisasi (formalization): model mengenai tingkat dimana interaksi itu telah direncanakan dan hasilnya sudah dapat diramalkan, namun secara formal perlu dibicarakan juga. Model Probabilitas.Umumnya model-modelkeputusan merupakan konsep probabilitas dan konsep nilai harapan memberi hasil tertentu (the concept of probability and expected value). Adapun yang dimaksud dengan probabilitas adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa tertentu (the cange of particular event occuring).Misalnya kartu bridge terdiri atas 52 buah kartu; berarti tiap-tiap kartu hanya memiliki kemungkinan 1/52.Kartu heart 1 (jantung merah 1) hanya memiliki kemungkinan 1/52.Begitu pula halnya dengan dadu berisi 6, masing-masing sisi hanya memiliki kesempatan atau lemungkinan 1/6 untuk menang. Model Matriks, selain model probabilitas dan nilai harapan (probability and expected value), ada juga model lainnya. Model lain tersebut misalnya adalah model matriks (The Payoff Matrix Model). Pada model matriks merupakan model khusus yang menyajikan kombinasi Antara Strategi yang digunakan dan Hasil yang diharapkan. Model matriks terdiri atas dua hal yakni garis dan lajur. Baris (row) bentuknya mendatar, sedangkan lajur (coloum) bentuknya menegak (vertical). Pada sisi baris berisi macam alternative strategi yang digelarkan oleh pengambil keputusan, sedangkan pada sisi lajur berisi kondisi dan nilai harapan dalam kondisi dan situasi yang berlainan. Contoh dibawah ini menggambarkan adanya strategi yang berbeda-beda dalam konsep atau pandangan ekonomi yang bervariasi. Model Pohon Keputusan (Decision Tree Model) Pada model ini merupakan suatu diagram yang cukup sederhana yang menunjukkan suatu proses untuk merinci masalah-masalah yang dihadapinya kedalam komponen-komponen, kemudian dibuatkan alternative-alternatif pemecahan beserta konsekuensi masing-masing. Dengan demikiann maka pemimpin tinggal memilih alternative mana yang sekiranya paling tepat untuk dijadikan keputusan. Mengenai pohon keputusan, Bryant dan white mengatakan: Tree diagramming is a process that can be used to specify components of a problem an is particularly useful when project design is carried out. Jadi pohon keputusan ini biasanya dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang timbul dalam proyek yang sedang ditangani. Selanjutnya Welch dan Comer memberikan definisi mengenai pohon keputusan (decision tree) sebagai berikut: The decision tree is a sample diagram showing the possible consequences of alternative decisions. The tree includes the decision nodes chance Modes, payoffs for each combination, and the probabilities of each event. Menurut Welch, ada 4 yang merupakan komponen pohon keputusan yakni: simpul keputusan, simpul kesempatan, hasil dari kombinasi dan kemungkinan-kemungkinan akibat dari setiap peristiwa yang terjadi. Hal yang kiranya penting dalam pohon keputusan adalah pengambilan keputusan itu harusnya secara aktif memilih dan mempertimbangkan betul-betul alternative mana yang akan dijadikan keputusan. Tipe analisis pembuatan keputusan mana yang akan digunakan sangat tergantung pada kemungkinan-kemungkinan yang secara rasional dapat dikemukakan terhadap masalah yang dihadapinya. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan informasi yang lengkap, up-to-date dan dapat dipercaya kebenarannya, sehingga memudahkan bagi pimpinan untuk mengambil keputusan dengan baik. Pohon keputusan itu dinamakan juga diagram pohon karena bentuknya berupa diagram. Diagram ini bentuknya seperti pohon roboh. Diagram pohon ini merupakan salah satu langkah yang diperlukan misalnya dalam pengambilan rancang bangun proyek (project design). Konsep proses ini pada dasarnya mengikuti teori sitem, dimana antara komponen yang satu dengan komponen yang lain merupakan mata rantai proses yang berkesinambungan, yang saling bergantung.

Smartfren Gandeng Samsung Hadirkan Paket Bundling 4G Untuk Galaxy J2

Smartfren merupakan operator seluler Indonesia yang kini memimpin perluasan jaringan 4G LTE di Indonesia. Untuk menghadirkan layanan jaringan 4G LTE kepada masyarakat Indonesia, Smartfren bekerja sama dengan Samsung Indonesia untuk menghadirkan paket bundling Samsung Galaxy J2 dan kartu internet 4G LTE Advance dari Smartfren.
Dengan begitu, kini jaringan internet super cepat dari Smartfren tak hanya bisa dinikmati oleh perangkat besutan Smartfren saja, namun perangkat dari brand lain pun kini juga dapat menikmati jaringan 4G dari Smartfren. Tentu hal ini merupakan kolaborasi yang baik, pasalnya pengguna perangkat Samsung di Indonesia sendiri cukup banyak dan kini mereka dapat merasakan jaringan internet super cepat dari Smartfren. Smartfren memastikan bahwa layanan 4G LTE miliknya dapat dipakai pada perangkat smartphone Android Samsung Galaxy J2 untuk semua komunikasi, baik itu internet, SMS, maupun telepon. Seperti yang kita ketahui, selama ini yang mendapat jaringan 4G LTE dari Smartfren hanya perangkat Andromax milik smartfren saja. Perusahaan dengan khas warna merah ini memang telah sejak lama mengajak para vendor-vendor smartphone untuk membuat smartphone yang dapat mendukung spektrum frekuensi 850 MHz dan 2.300 MHz. Smartfren sendiri menggunakan kedua frekuensi tersebut untuk menghadirkan layanan 4G LTE Advance miliknya. Sebenarnya pihak Smartfren sendiri telah menggunakan frekuensi tersebut sudah lama, namun karena terbatasnya perangkat yang mendukung frekuensi tersebut, akhirnya perusahaan meluncurkan smartphone seri Andromax yang mendukung 4G LTE dengan harga yang terjangkau. Sedangkan Samsung Galaxy J2 sendiri merupakan smartphone yang berada di kelas entry level dengan mengusung spesifikasi layar seluas 4,7 inci berjenis Super AMOLED. Untuk sektor dapur pacunya ditenagai oleh chipset Exynos dengan CPU quad core 1.2GHz serta pengolah grafis Mali-T720. Dipadukan dengan RAM sebesar 1GB dan memori internal sebesar 8GB. Smartphone yang telah menjalankan sistem operasi Android Lollipop 5.1 ini dibekali juga dengan kamera utama berkekuatan 5MP dan kamera depan 2MP dengan lensa bukaan f2.2 yang digadang-gadang dapat menghasilkan gambar yang terang meski berada di kondisi kurang cahaya. Bagi Anda yang tertarik dengan paket bundling Samsung Galaxy J2 dan kartu internet 4G LTE Advance dari Smartfren, Anda bisa mendapatkannya di Samsung Store, Galeri Smartfren, dan distributor Erafone dengan harga Rp2.000.000.