Selasa, 25 Maret 2014



THE EFFECT OF ISLAMIC MICROFINANCE ON POVERTY ALLEVIATION:
STUDY IN INDONESIA

Oleh satria caniago
         120112010200
         Introduction micro finance

Kemiskinan merupakan masalah utama di indonesia. Sesuai dengan Biro Statistik Indonesia (Tahun 2012 ), sekitar 29 Juta orang hidup dalam kondisi yang buruk. Orang miskin tidak hanya memiliki pendapatan rendah tetapi juga Kurangnya akses untuk kebutuhan dasar sepertiPendidikan, layanan kesehatan, air minum bersih Sanitasi dan tepat. Yang paling penting Kendala yang dihadapi masyarakat miskin untuk keluar dari Kemiskinan adalah kurangnya akses kredit untuk menjalankan Usaha mereka sendiri karena beberapa alasan. Pertama, lembaga keuangan formal memerlukan Agunan. Kedua, mereka lebih suka klien berpendapatan tinggi dengan pinjaman besar. Ketiga, Proses dan prosedur birokrasi untuk menyediakan pinjaman yang kompleks. Akhirnya, pinjaman untuk orang miskin tidak menarik dan menguntungkan bagi pihak bank.

Oleh karna itu maka keuangan mikro menjadi alternatf yang kompleks untuk mengatasi segala permasalahan yang di hadapi oleh orang miskin ini dalam mengembangkan usahanya. Perkembangan keuangan mikro sudah popular sejak beberapa decade yang lalu, kususnya stelah terjadi grameen bank di banglades. Keuangan mikro ini telah memberikan dampak positif bagi beberapa Negara karena keuangan mikro ini telah sukses mengurangi kemiskinan di beberapa Negara tersebut. Lebih jauh lagi, konvensional Produk keuangan mikro telah berhasil di Negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia, Bangladesh, Pakistan, Turki dan sebagainya. Namun, produk ini tidak memenuhi Kebutuhan nasabah Muslim.

Usaha pembiayaan mikro Islam Adalah menggabungkan prinsip peduli social islam dengan mereka yang kurang beruntung dalam Daya keuangan mikro untuk menyediakan akses keuangan kepada orang-orang miskin terutama bagi orang-orang yang Berpikir bahwa suku bunga adalah larangan dalam Islam. Untuk mengatasi orang islam yang takut untuk meminjam uang ke bank konvensional karna adanya bunga yang di larang dalam islam, maka suatu lembaga yang didkung oleh pemerintah mendirikan sebuah lembaga keuangan mikro syariah yang mana produk keuangan micro ini berupa terbentuknya BPRS (bank pengkreditan rakyat syari’ah) dan BMTS (Baitul Mal Wat Tamwil).

BMTS ini membatu para orang islam dalam mengembangkan usahanya, yang mana orang ini takut menggunakan bunga dalam keuangannya, karna itu di larang dalam hukum islam. fitur utama dari Pihak BMT pun adalah:
1.      Menyediakan layanan memadai untuk klien yang Sangat miskin dan mentransfer Beberapa dari  mereka yang aktif secara ekonomis .
2.      Hal ini dimungkinkan untuk membuat Keuangan mikro secara berkelanjut sehingga ia tidak  Tergantung pada dana donor untuk memberikan Keuangan mikro.
3.      Ia meningkatkan akuntabilitas kedua Institusi yaitu Zakat dan badan amal Islam
4.      Ia akan membuat berkelanjutan keuangan mikro Default dengan suku bunga rendah dan mengurangi Kemungkinan dari penyalahgunaan pinjaman sejak Kredit mikro yang hanya untuk Orang-orang yang melakukan beberapa pendapatan Kegiatan yang menghasilkan.

Senin, 24 Maret 2014



Tugas   IMF                : review buku jualan ide segar
Pengarang                  : M. Arief Budiman, S.Sn
By satria caniago


Jualan ide segar. Merupakan sebuah buku yang menceritakan perjalanan sebuah perusaan yang memproduksi ide sebagai produk utamanya.  Perusahaan itu bernama petakumpet.  Perusahaan ini jualan nya adalah ide segar.
Sebuah ide dari siapapun dia berasal adalah sebuah buah fikiran, ide lahir dari posisi cogito (aku berfikir) seperti yang dibayangkan Descartes. Sebuah duania tanpa ide adalah sebuah dunia yang datar, tanpa gairah, sebuah masa depan yang tak akan datang. Petakumpet di bangun dengan sebuah mimpi besar untuk menciptakan atmosfer kreatif ekstra luasbagi setiap sumber dayanya untuk mengembangkan diri, jadi di petakumpet ini, ia menjadikan karyawannya menjadi seorang creativeprenuer  yang bisa membuat ide-ide segar.

a.       Keunggulan bisnis ide
1.    Tidak perlu paham ilmu sains, karna didunia creative yang penting adalah creative. Anda  creative maka anda sukses
2.    Tidak perlu modal besar, karna yang dijual disini adalah ide, ide itu ada pada kita semua jadi, dengan ide yang besar modal itu tidak penting dalam usaha kita.
3. Bahan bakunya gratisan dan tak mungkin habis, kita tidak perlu membayar untuk mendapatkan ide, karna ide itu ada di kita semua.
4.      Tidak tergantung tempat
5.      Dan lainnya

b.      Petakumpet.
Petakumpet merupakan sebuah perusahan yang didirikan di jogja, perusahaan ini didirikan oleh sekelompok anak muda yang mempunyai ide dan mimpi besar dalam hidupnya. Anak muda ini merupakan mahasiswa diskomsiv(disaian komunikasi visual)  dari perguruan ISI.  Dengan bermodal kan ide besar dan creative maka anak muda ini memulai usahanya yaitu dibidang periklanan, pada mulanya usaha mereka kurang di lirik oleh para pelanggan namun setelah kerja keras selama bertahun maka sekrang perusahaan ini sudah bisa menguasai pasar periklanan baik di jogja maupun seluruh Indonesia. Kini perusahaan ini mempunyai banyak karyawan yang memiliki ide-ide besar di dalam dirinya masing-masing. Dan profit yang di dapatkan pun miliaran rupiah setiap tahunnya..


c.       Menguak isi dapur petakumpet.
Perusahaan petakumpet memiliki manajemen sdm yang luar biasa dan manajemen ini mengelola anak-anak muda yang memiliki bakat creative yang luar biasa..
1.      Recruitmen dan daily life
Harus bisa mandiri dan bisa bekerja secara tim, karna kebanykan orang kreatif itu sangat besar egonya dan susah untuk di arah kan. Untuk itulah manajemen sdm ini di bentuk agar orang yang direcrut nantinya bisa mempergunakan kreatif nya untuk bekerja secara tim, umur karyawan yang di terima rata-rata ialah 25 tahun.
2.      Manajemen ide
Meskipun gratisan, agar hasilnya maksimal ide juga perlu di kelola karna tak semua ide bisa laku dijual. Tantangan terberatnya adalah bagaimana mengubah ide kreatif yang kita temukan sehingga mempunyai nilai tambah bagi klien. Dari sini baru kita bisa memulai bisnis kreatif.

Demikianlah review singkat buku jualan ide segar,
M.Arief Budiman, S.Sn




Selasa, 11 Maret 2014


                     DISABILITY, UNEMPLOYMENT, AND POVERTY 

Cacat merupakan sebuah istilah yang menggambarkan tentang keadaan seseorang yang yang tidak mampu untuk bekerja karna keadaan fisiknya sangatlah tidak mendukung. Sehingga dampak dari kecacatan itu terlihat jelas dari keadaan mereka yang bersusah payah mencari pekerjaan untuk menghidupi kehidupannya. Cacat sering di maknai juga dengan pengguran, hal ini di sebabkan karna susahnya para penyandang  cacat dalam mencari pekerjaannya.
Penyandang cacat dalam banyak hal tidak berbeda dari orang lain yang hidup dalam kemiskinan mereka sering terisolasi secara sosial, kurang berpendidikan, dengan keterampilan kerja yang terbatas. Sebagai contoh, di dalam New England, penyandang cacat lebih dari dua kali lebih mungkin untuk putus sekolah tinggi, dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki cacat. 
New England adalah negara bagian yang jaringan lembaga-lembaga publiknya banyak membantu penyandang cacat, khususnya kesehatan mental, badan perkembangan bagi penyandang cacat, dan badan rehabilitasi. Penyandang cacat membutuhkan berbagai layanan bantuan seperti bantuan penempatan kerja yang layak bagi semua pnyandang cacat sehingga mereka dapat saling berinteraksi antar sesamanya dan tidak selalu tergantung kepada orang-orang normal disekitarnya.
          Hambatan utama untuk bekerja bagi penyandang cacat adalah anggapan mereka sendiri yang beranggapan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan itu akan mengakibatkan hilangnya manfaat ataupun sesuatu hal yang penting dikarenakan keterbatasan yang mereka miliki. Untuk mengatasi itu, di New England menetapkan program Medical Buy-In yang memungkinkan individu penyandang cacat untuk berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi. Selain itu, adanya dukunga dari administrasi jaminan sosial dan manfaat konseling yang telah ditetapkan di seluruh wilayah untuk membantu pnyandang cacat dapat membantu meringankan beban permasalahan yang dihadapi para penyandang cacat tersebut.
Itulah mengapa solusi harus di mulai dengan langkah-langkah antikemiskinan khas : pendidikan, pelatihan, bantuan penempatan kerja, dan dukungan sosial. Ketika upaya-upaya umum telah dikombinasikan dengan strategi khusus untuk cacat individu, hasilnya jelas menunjukkan bahwa kebanyakan orang penyandang cacat tidak " dipekerjakan ", tetapi memiliki kemampuan nyata.